Penyelesaian Perkara Pencurian dengan Dakwaan Subsidiaritas Di Pengadilan Negeri Bangko

Main Article Content

Febrian Chandra
Harmaini Harmaini
Dedi Candra

Abstract

The aim of this research is to determine the arrangements for resolving criminal theft cases with subsidiarity charges. to determine criminal responsibility for theft with subsidiarity charges at the Bangko District Court. The method used in this research uses normative legal research methods using a conceptual approach. Results and discussion in this research In the case of theft committed by ZA, and in the article imposed on the defendant, namely Article 363 paragraph (1) 3rd and 5th of the Criminal Code, the defendant must be declared legally and convincingly proven guilty of committing a criminal act as in the indictment of the Primary Public Prosecutor. However, the decision contains an ambiguous meaning because in the subsidiary indictment Article 363 paragraphs (1) to (5) is also included in the primary indictment, meaning that the principle of subsidiarity in this case cannot be used, but in the indictment it should be a subsidiary indictment because the punishment provision is different from article 363 paragraph (1). Based on the elements related to the theft articles imposed on the defendant and based on the theories of punishment, the judge can decide the case in accordance with the provisions of the theft articles contained in the Criminal Code.

Article Details

How to Cite
Chandra, Febrian, Harmaini Harmaini, and Dedi Candra. “Penyelesaian Perkara Pencurian Dengan Dakwaan Subsidiaritas Di Pengadilan Negeri Bangko”. Adil : Jurnal Hukum STIH YPM 5, no. 2 (November 26, 2023): 1-11. Accessed October 13, 2026. https://adil.stihypm.ac.id/index.php/ojs/article/view/113.
Section
Articles

References

Abidin, Zainal dan Andi Hamzah. (2010). Pengantar Hukum Pidana. Jakarta: Yarsif Watampone.

Abidin, AZ. (1983). Bunga Rampai Hukum Pidana, Jakarta: Pradnya Paramita.

Atmasasmita, Romli, (1996) Sistem Peradilan Pidana ; Perspektif Eksistensialisme dan Abilisionisme, Cet II revisi, Bandung: Bina Cipta.

Bahri, R. A., Hidayah, M. F., & Putri, Z. (2023). Concursus Delictorum dalam Putusan Nomor 25/PID. B/2021/PN. BKO. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum, 1(2), 70-81.

Chazawi, Adami, (2003) Kejahatan Terhadap Harta Benda, Malang: Bayu Media.

Dahri, M., Sayuti, S., & Chandra, F. (2023). Penerapan Kitab Undang Hukum Pidana Dan Kitab Undang Hukum Acara Pidana Dalam Penyelesaian Perkara Pidana Pemilu. Wajah Hukum, 7(2), 508-519.

Efendi, Erdianto, (2011). Hukum Pidana Indonesia, Bandung: PT Refika Aditama.

Hamzah, Andi. (2005). Hkum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Huda, Chairul, (2006). Tiada Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan, Jakarta: PT. Kencana.

Mardiansyah, Y., Harmaini, H., & Sasmita, R. (2024). Lahirnya Mediasi Penal Dilihat dari KUHP Lama dan KUHP Baru. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum, 2(1), 23-38.

Nawawi Arief, Barda. (2016). Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Jakarta: Prenada Grup.

_________, (2001) Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan, Citra Aditya Bakti, Bandung.

Lamintang dan Siromangkir, (1979), C. Delik Delik Khusus Kejahatan Yang Ditujukan Terhadap Hak Milik Dan Lain Lain Hak Yang Timbul Dari Hak Milik, Tarsito, Bandung.

Moeljatno. (2015). Asas-asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta.

Muladi, (1985). Lembaga Pidana Bersyarat, Alumni, Bandung.

Prodjodikoro, Wirjono, (2008). Asas-Asas Hukum Pidana Di Indonesia, Refika Aditama, Bandung.

Remmelink, Jan. (2014). Hukum Pidana. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ridho, F. A. (2023). Pelaksanaan Diversi Terhadap Anak Yang Membiarkan Perbuatan Cabul di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Muara Bulian. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum, 1(1), 22-34.

Sudarsono, (1992). Kamus Hukum, Jakarta: Rineka Cipta.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>