Implementasi Algoritme Fuzzy K-Nearest Neighbor Untuk Klasifikasi Urutan Metagenom

Isi Artikel Utama

Deni Satria
Harmaini Harmaini

Abstrak

Penelitian di bidang metagenomika menjadi salah satu bidang kajian bioinformatika yang terus berkembang. Metagenom merupakan sebuah teknik yang bertujuan untuk mengumpulkan gen-gen yang diambil secara langsung dari lingkungan dan mengenalisis informasi genetika di dalamnya. Data yang diambil langsung dari lingkungan memungkinkan fragmen yang dihasilkan mengandung berbagai mikroorganisme, sehingga akan berakibat pada terjadinya kesalahan perakitan terhadap fragmen metagenom. Proses binning (pengelompokan) dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan homologi dan pendekatan komposisi. Pendekatan secara komposisi tidak perlu membandingkan dan menyimpulkan setiap hasil pencarian pada setiap level taksonomi sehingga waktu yang diperlukan untuk pengelompokan lebih cepat dibandingkan dengan pendekatan secara homologi. Pada proses binning (pengelompokan) dengan pendekatan komposisi, teknik yang dilakukan adalah dengan supervised learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengklasifikasi fragmen metagenom menggunakan algoritma fuzzy KNN dan K-Mers sebagai ekstraksi fitur. Selain itu, untuk menghitung tingkat akurasi klasifikasi fragmen metagenom menggunakan confusion matrix. Metode K-Mers yang digunakan sebagai ekstraksi fitur bertujuan untuk mempartisi data dan membentuk satu atau lebih kelompok yang memiliki kesamaan, sehingga perhitungan untuk mencari tingkat akurasi menjadi lebih mudah didapatkan. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa semakin rendah nilai K yang digunakan pada fuzzy KNN maka semakin tinggi akurasi yang diperoleh. Dari hasil pengujian yang dilakukan diketahui bahwa semakin rendah nilai K pada KNN yang digunakan maka semakin tinggi akurasi yang didapatkan. Akurasi tertinggi diperoleh untuk nilai K = 3 pada KNN, yaitu 94,57% dengan kesalahan sebesar 5,43%. Sedangkan dengan nilai K = 15 pada KNN menghasilkan akurasi yang lebih rendah yaitu sebesar 93,12% dengan kesalahan sebesar 6,88%.. Hasil klasifikasi fragmen metagenom menggunakan algoritma fuzzy KNN berdasarkan ekstraksi fitur K-Mers dapat dilakukan dengan baik.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Satria, Deni, dan Harmaini Harmaini. “Implementasi Algoritme Fuzzy K-Nearest Neighbor Untuk Klasifikasi Urutan Metagenom”. ADIL 5, no. 1 (Mei 26, 2023). Diakses April 3, 2026. https://adil.stihypm.ac.id/index.php/ojs/article/view/107.
Bagian
Articles

Referensi

Maguire F, Jia B, Gray KL, Lau WYV, Beiko RG, Brinkman FSL. Metagenome-assembled genome binning methods with short reads disproportionately fail for plasmids and genomic islands. Microb Genomics. 2020;6(10):1–12.

Bagus I, Manuaba P, Kom S. Sistem penjadwalan produksi menggunakan metode fuzzy support vector machines dan algoritma evolusi fuzzy. Smart-Green Technol Electr Inf Syst. 2013;(November):14–5.

Sharpton TJ. An introduction to the analysis of shotgun metagenomic data. Front Plant Sci. 2014;5(JUN):1–14.

Yang C, Chowdhury D, Zhang Z, Cheung WK, Lu A, Bian Z, et al. A review of computational tools for generating metagenome-assembled genomes from metagenomic sequencing data. Comput Struct Biotechnol J [Internet]. 2021;19:6301–14. Available from: https://doi.org/10.1016/j.csbj.2021.11.028

Utami DK, Kusuma WA, Buono A. Klasifikasi Metagenom dengan Metode Naïve Bayes Classifier Metagenome Classification Using Naïve Bayes Classifier Method. J Ilmu Komput Agri-Informatika. 2014;3(1):9–18.

Surianti S. Classification Fragmen Metagenom Menggunakan Principal Component Analysis Neighbor. J Ilm Matrik. 2020;22(2):170–6.

Choiriyati, N., Arkeman, Y., & Kusuma, W. A. (2020). Deep learning model for metagenome fragment classification using spaced k-mers feature extraction. Jurnal Teknologi Dan Sistem Komputer, 8(3), 234–238. https://doi.org/10.14710/jtsiskom.2020.13407

Guritno, H. B., Haryanto, T., Kustiyo, A., & Hermadi, I. (2018). Optimasi Parameter pada Fast Correlation Based Filter Menggunakan Algoritma Genetika untuk Klasifikasi Metagenome. Jurnal Edukasi Dan Penelitian Informatika, 4(2), 76–83.

Liantoni, F. (2015). Klasifikasi Daun Dengan Perbaikan Fitur Citra Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor. Jurnal ULTIMATICS, 7(2), 98–104. https://doi.org/10.31937/ti.v7i2.356

Manik, F. Y., Saputra S, K., & Br Ginting, D. S. (2020). Plant Classification Based on Extraction Feature Gray Level Co-Occurrence Matrix Using k-Nearest Neighbour. In Journal of Physics: Conference Series (Vol. 1566, pp. 1–9). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1566/1/012107

Mutmainnah, U., Setiawan, B. D., & Dewi, C. (2019). Pengaruh Seleksi Fitur Information Gain pada K-Nearest Neighbor untuk Klasifikasi Tingkat Kelancaran Pembayaran Kredit Kendaraan. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 3(9), 8882–8888.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>