Kehidupan Suku Anak Dalam Dengan Masyarakat di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun

Isi Artikel Utama

Harmaini Harmaini
Febrian Chandra
Kusaimah Kusaimah
Julia Susanti

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun terlihat SAD dan masyarakat asli setempat yang hidup berdampingan. Namun hal tersebut tidak membuat SAD sepenuhnya bisa berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Meskipun telah hidup berdampingan selama bertahun-tahun, mereka belum bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat sekitar di lingkungannya sehingga tidak bisa mengenyam pendidikan. Metode yang digunakan adalah Yuridis Empiris. Dengan hasil penelitian ditemukan bahwa SAD yang masih tergolong primitif yaitu berada di Bukit Dua Belas yang terletak di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam. Daerah utama sebaran Orang Rimba di Bukit Dua Belas meliputi tiga anak sungai, yaitu Air Hitam, Makekal dan Kejasung. SAD tersebar di kawasan hutan Bukit Dua belas yang luasnya lebih dari 60.000 hektar. Hutan yang berfungsi sebagai sumber kehidupan juga berfungsi sebagai tempat beraktivitas seperti berladang, berburu, dan hutan juga menjadi tempat suku anak dalam untuk memuja tuhan. Untuk itu direkomendasikan kepada pemerintah daerah untuk dapat memperhatikan suku anak dalam, dan dibutuhkan kebijakan untuk menjaga eksistensi SAD.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Harmaini, Harmaini, Febrian Chandra, Kusaimah Kusaimah, dan Julia Susanti. “Kehidupan Suku Anak Dalam Dengan Masyarakat Di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun”. ADIL 4, no. 2 (Februari 20, 2023): 63-76. Diakses April 2, 2026. https://adil.stihypm.ac.id/index.php/ojs/article/view/88.
Bagian
Articles

Referensi

Haryanto, Dany dan Nugrohadi, Edwin.2011.Pengantar Sosiologi Dasar.Jakarta: PT Prestasi Puatakaraya.

Soerjono Soekanto dan Budi Sulistyowati, 2015. Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta: PT Grafindo Persada.

Data Pemerintah Desa Bukit Suban Tahun 2022

Baznas, 2020. Tumbuh Bermanfaat Kolaborasi Satu Tahun Lembaga Beasiswa BAZNAS – SSS Pundi Sumatera, BAZNAS, Jakarta.

Muchlis, F., Lubis, D. P., Kinseng, R. A., & Tasman, A. (2016). Sejarah Marginalisasi Orang Rimba Bukit Dua Belas di Era Orde Baru. Paramita: Historical Studies Journal, 26(2), 217-229.

Manurung, Butet. 2013, ‘Sokola Rimba’, Jakarta: Kompas.

Putra, I., Indraddin, I., & Miko, A. (2021). Penolakan Komunitas Lokal Terhadap Kedatangan Transmigran Suku Anak Dalam. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 23(2), 175-183.

Wazan, S., Astuti, R. S., Kismartini, K., & Afrizal, T. (2020). Pengelolaan Kawasan Wisata Suku Anak Dalam Berbasis Kearifan Lokal. PERSPEKTIF, 9(2), 418-427.

Arsa, D., Atmazaki, A., & Juita, N. (2019). Literasi awal pada anak usia dini suku anak dalam dharmasraya. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 127-136

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >>