Kehidupan Suku Anak Dalam Dengan Masyarakat di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun
Bilah Samping Artikel
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun terlihat SAD dan masyarakat asli setempat yang hidup berdampingan. Namun hal tersebut tidak membuat SAD sepenuhnya bisa berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Meskipun telah hidup berdampingan selama bertahun-tahun, mereka belum bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat sekitar di lingkungannya sehingga tidak bisa mengenyam pendidikan. Metode yang digunakan adalah Yuridis Empiris. Dengan hasil penelitian ditemukan bahwa SAD yang masih tergolong primitif yaitu berada di Bukit Dua Belas yang terletak di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam. Daerah utama sebaran Orang Rimba di Bukit Dua Belas meliputi tiga anak sungai, yaitu Air Hitam, Makekal dan Kejasung. SAD tersebar di kawasan hutan Bukit Dua belas yang luasnya lebih dari 60.000 hektar. Hutan yang berfungsi sebagai sumber kehidupan juga berfungsi sebagai tempat beraktivitas seperti berladang, berburu, dan hutan juga menjadi tempat suku anak dalam untuk memuja tuhan. Untuk itu direkomendasikan kepada pemerintah daerah untuk dapat memperhatikan suku anak dalam, dan dibutuhkan kebijakan untuk menjaga eksistensi SAD.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.